Senin, Maret 30, 2009

ancaman terhadap Manchester United

Liverpool mempertegas ‘ancamannya’ terhadap Manchester United dalam perburuan gelar Premier League. The Reds sukses memangkas selisih poin dengan MU menjadi satu angka berkat kemenangan telak 5-0 atas Aston Villa.

Hasil memuaskan di Anfield, Minggu (22/3/2009) WIB, yang diwarnai hat-trick Steven Gerrard ini menjadi laga ketiga The Reds dalam menggelar pesta gol dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya, mereka mempermak Real Madrid 4-0 di ajang Liga Champions, lalu mempecundangi Manchester United 4-1 di Premier League. Tak pelak, kini The Reds nangkring di urutan kedua klasemen sementara Premier League dengan koleksi 64 poin. Sebaliknya, ambisi Villa untuk finish di urutan ke empat kian pudar. Dengan raihan 52 poin, Villa duduk di posisi lima, terpautkan tiga angka atas Arsenal nyang berada tepat di atasnya.

Tak butuh lama bagi The Reds dalam membukukan gol di laga ini. Menit ke tujuh, papan skor telah berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan The Reds.

Diawali tendangan bebas Steven Gerrard, bola kemudian dibelokkan oleh sundulan Xabi Alonso dan menerpa mistar gawang. Bola muntah langsung disambar Dirk Kuyt dan menyeruak masuk ke gawang Brad Friedel.

Villa coba memberi perlawanan. Sayangnya, upaya Gareth Barry yang memanfaatkan crossing dari Ashley Young di menit 10 masih melambung jauh dari gawang Pepe Reina.

Namun, memasuki menit 33, Liverpool mampu mempertegas dominasinya. Mendapat umpan jauh dari Pepe Reina, Albert Reira sempat melakukan sprint sebelum mengakhirinya dengan sepakan keras yang membobol gawang Friedel. 2-0 untuk The Reds.

Dan hanya selang enam menit, The Reds mampu mendapatkan gol ketiganya di laga ini. Adalah Gerrard yang turut mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi penalti, hadiah atas pelanggaran Nigel Reo-Coker terhadap Riera di dalam kotak terlarang.

Di babak kedua, dominasi Liverpool kian menjadi-jadi. Mereka kembali sukses menambah pundi-pundi gol pada menit 50 setelah eksekusi tendangan bebas Gerrard tak mampu dibendung Friedel.

Petaka Villa kian lengkap setelah di menit 65 mereka harus menuntaskan laga dengan 10 pemain. Kiper Brad Friedel dikartu merah wasit lantaran menjatuhkan Fernando Torres di area terlarang.

Akibatnya, Villa pun kembali diganjar tendangan penalti. Gerrard pun tak mau membuang peluang untuk mencetak hat-trick dari tendangan penalti keduanya. 5-0 untuk The Reds.

Dan di sisa waktu, beberapa peluang memang sempat dibuat kubu The Reds. Akan tetapi, hingga laga bubar tak ada tambahan gol lagi. Skor 5-0 menjadi hasil akhir.

Susunan Pemain:

Liverpool: Reina, Carragher, Aurelio, Arbeloa (Agger 77), Skrtel, Mascherano, Gerrard, Alonso (Lucas 67), Riera, Kuyt, Torres.

Villa: Friedel, Young, Cuellar, Davies, Petrov, Reo-Coker (Guzan 65), Barry, Milner, Carew, Young, Heskey (Agbonlahor 58).




Liverpool mempertegas ‘ancamannya’

Liverpool mempertegas ‘ancamannya’ terhadap Manchester United dalam perburuan gelar Premier League. The Reds sukses memangkas selisih poin dengan MU menjadi satu angka berkat kemenangan telak 5-0 atas Aston Villa.

Hasil memuaskan di Anfield, Minggu (22/3/2009) WIB, yang diwarnai hat-trick Steven Gerrard ini menjadi laga ketiga The Reds dalam menggelar pesta gol dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya, mereka mempermak Real Madrid 4-0 di ajang Liga Champions, lalu mempecundangi Manchester United 4-1 di Premier League. Tak pelak, kini The Reds nangkring di urutan kedua klasemen sementara Premier League dengan koleksi 64 poin. Sebaliknya, ambisi Villa untuk finish di urutan ke empat kian pudar. Dengan raihan 52 poin, Villa duduk di posisi lima, terpautkan tiga angka atas Arsenal nyang berada tepat di atasnya.

Tak butuh lama bagi The Reds dalam membukukan gol di laga ini. Menit ke tujuh, papan skor telah berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan The Reds.

Diawali tendangan bebas Steven Gerrard, bola kemudian dibelokkan oleh sundulan Xabi Alonso dan menerpa mistar gawang. Bola muntah langsung disambar Dirk Kuyt dan menyeruak masuk ke gawang Brad Friedel.

Villa coba memberi perlawanan. Sayangnya, upaya Gareth Barry yang memanfaatkan crossing dari Ashley Young di menit 10 masih melambung jauh dari gawang Pepe Reina.

Namun, memasuki menit 33, Liverpool mampu mempertegas dominasinya. Mendapat umpan jauh dari Pepe Reina, Albert Reira sempat melakukan sprint sebelum mengakhirinya dengan sepakan keras yang membobol gawang Friedel. 2-0 untuk The Reds.

Dan hanya selang enam menit, The Reds mampu mendapatkan gol ketiganya di laga ini. Adalah Gerrard yang turut mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi penalti, hadiah atas pelanggaran Nigel Reo-Coker terhadap Riera di dalam kotak terlarang.

Di babak kedua, dominasi Liverpool kian menjadi-jadi. Mereka kembali sukses menambah pundi-pundi gol pada menit 50 setelah eksekusi tendangan bebas Gerrard tak mampu dibendung Friedel.

Petaka Villa kian lengkap setelah di menit 65 mereka harus menuntaskan laga dengan 10 pemain. Kiper Brad Friedel dikartu merah wasit lantaran menjatuhkan Fernando Torres di area terlarang.

Akibatnya, Villa pun kembali diganjar tendangan penalti. Gerrard pun tak mau membuang peluang untuk mencetak hat-trick dari tendangan penalti keduanya. 5-0 untuk The Reds.

Dan di sisa waktu, beberapa peluang memang sempat dibuat kubu The Reds. Akan tetapi, hingga laga bubar tak ada tambahan gol lagi. Skor 5-0 menjadi hasil akhir.

Susunan Pemain:

Liverpool: Reina, Carragher, Aurelio, Arbeloa (Agger 77), Skrtel, Mascherano, Gerrard, Alonso (Lucas 67), Riera, Kuyt, Torres.

Villa: Friedel, Young, Cuellar, Davies, Petrov, Reo-Coker (Guzan 65), Barry, Milner, Carew, Young, Heskey (Agbonlahor 58).




Senin, Maret 23, 2009


Betinho - O Cara Das Lambretas - Click here for this week’s top video clips

PERATURAN DALAM FUTSAL

Peraturan Futsal FIFA
Written on May 8, 2007 – 12:02 pm | by vandai |
PERATURAN 1
________________________________________
LAPANGAN

• UKURAN
Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang:
Panjang : Minimal25 m, Maksimal 42 m
Lebar : Minimal 15 m, Maksimal 25 m
Ukuran Pertandingan Internasional:
Panjang : Minimal 38 , maksimal 42 m
Lebar : Minimal 18 m ,Maksimal 22 m
• TANDA LAPANGAN
- Lapangan ditandai dengan garis. Garis tersebut termasuk garis pembatas lapangan. Garis yang lebih panjang disebut garis samping (touched line) dan yang lebih pendek disebut garis gawang (goal line).
- Lebar garis pembatas 8 cm.
- Lapangan dibagi menjadi dua dan diberi garis tengah.
- Titik tengah ditandai pada garis setengah lapangan dan lingkaran pada titik tengah dibuat dengan radius 3 m.
• DAERAH PINALTI
Daerah Pinalti ditandai pada masing-masing ujung lapangan sebagai berikut :
- Seperempat Lingkaran, dengan radius 6 m, ditarik sebagai pusat diluar dari masing-masing tiang gawang.
- Seperempat lingkaran digambarkan garis pada sudut kanan hingga garis gawang dari luar tiang gawang. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengan garis sepanjang 3,16m berbentuk paralel/sejajar dengan garis gawang antara kedua tiang gawang tersebut.


• TITIK PINALTI
- Titik Pinalti Pertama digambarkan 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.
• TITIK PINALTI KEDUA
Titik pinalti pertama digambarkan di lapangan 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang dengan jarak yang sama.
• TENDANGAN SUDUT
Seperempat Lingkaran dengan radius 25 cm ditarik di dalam lapangan dari setiap sudut.
• DAERAH PERGANTIAN PEMAIN
Daerah pemain cadangan terletak pada samping lapangan dengan tempat duduk tim di kedua sisi yang sama sehingga mempermudah untuk pergantian pemain.
Daerah pergantian pemain terletak depan tempat duduk pemain cadangan dan dengan panjang 5 m. Daerah ini ditandai pada masing-masing sisi dengan garis yang memotong garis samping, dengan lebar garis 8 cm dan panjang 80 cm, dimana 40 cm digambarkan didalam lapangan dan 40 cm diluar lapangan.
Daerah Bebas berjarak 5 m dari garis tengah dan garis samping. Daerah bebas ini, secara langsung didepan pencatat waktu dan harus tetap dalam keadaan kosong dan bebas pandangan.
PERATURAN 2• GAWANG
Gawang harus ditempatkan pada bagian tengah dari masing-masing garis gawang. Gawang terdiri dari dua tiang gawang (goal post) yang sama dari masing-masing sudut dan dihubungkan dengan puncak tiang oleh palang gawang secara horizontal (cross bar).
Jarak antar tiang ke tiang gawang 3 m dan jarak dari ujung bagian bawah tanah ke palang gawang adalah 2 m.
Kedua tiang gawang dan palang gawang memiliki lebar dan dalam yang yang sama yakni 8 cm. Jaring dapat dibuat dari nilon yang diikat ke tiang gawang dan palang gawang dibahagian belakang yang diberi beban.
• KESELAMATAN
Gawang boleh dipindahkan, tetapi harus dipasangkan secara aman selama permainan.
• PERMUKAAN LAPANGAN
Permukaan lapangan harus mulus, rata dan tidak kasar. Disarankan penggunaan kayu atau lantai parkit, atau bahan buatan lainnya. Yang harus dihindari adalah penggunaan bahan dari beton atau korn blok.
KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
• KEPUTUSAN 1
Jika garis gawang antara 15 hingga 16m, maka radius seperempat lingkaran hanya diukur sebesar 4m. Dalam hal ini, tanda titik pinalti tidak lagi ditempatkan pada garis yang dibatasi daerah pinalti, tetapi berada tetap pada jarak 6m dari titik tengah antara posisi kedua tiang gawang.
• KEPUTUSAN 2
Penggunaan lapangan yang datar dan berumput alami, atau rumput buatan diperbolehkan hanya untuk pertandingan lokal, tetapi tidak untuk pertandingan-pertandingan yang bersifat Nasional dan Internasional.
• KEPUTUSAN 3
Tanda/titik dapat digambarkan di luar lapangan, 5 m dari busur pojok pada sudut kanan dan kiri dari garis gawang untuk memastikan bahwa jarak ini dapat diamati apabila tendangan sudut dilakukan. Lebar tanda/titik ini adalah 8 cm.
• KEPUTUSAN 4
Tempat duduk pemain cadangan, berada dibelakang garis pembatas lapangan tepat disamping daerah bebas yang berada di depan meja pencatat waktu.


________________________________________
BOLA
• KUALITAS DAN UKURAN

Bola harus :
- Berbentuk bulat.
- Terbuat dari kulit atau bahan lainnya.
- Minimum diameter 62 cm dan maximum 64 cm.
- Berat bola pada saat pertandingan dimulai minimum 400 gram dan maximum 440 gram.
- Tekanannya sama dengan 0,4 – 0,6 atmosfir (400 – 600 g/cm³).
• PENGGANTIAN BOLA RUSAK
Jika bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan:
- Pertandingan dihentikan sementara.
- Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak.
Jika bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan dimulai, tendangan gawang, tendangan pojok, tendangan bebas, tendangan pinalti atau tendangan ke dalam :
- Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa.
- Bola tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit.
• KEPUTUSAN 1
Bola dari kulit laken/bulu (felt ball) tidak diperbolehkan.
• KEPUTUSAN 2
Bola tidak diperbolehkan memantul kurang dari 55 cm dan tidak boleh lebih dari 65 cm pada pantulan pertama ketika dijatuhkan dari ketinggian 2 m. Dalam suatu pertandingan atau kompetisi, hanya bola-bola yang memenuhi persyaratan teknis minimal yang diatur dalam Peraturan No.2 diperbolehkan untuk digunakan.
Dalam suatu pertandingan atau kompetisi FIFA dan pertandingan lainnya di bawah pengawasan konfederasi, penggunaan bola Futsal tergantung pada tiga logo persyaratan yang tercantum pada bola:
Logo resmi “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” atau Referensi “International Match Ball Standard”
Logo yang tertera pada bola menyatakan bahwa bola tersebut telah diuji secara resmi dan sesuai dengan persyaratan teknis, masing-masing kategori beda spesifikasi yang diatur dalam Peraturan No.2, daftar persyaratan tambahan ditentukan pada setiap kategori dikeluarkan oleh FIFA. Institusi yang ditunjuk oleh FIFA yang akan melaksanakan pengujian tersebut.
Asosiasi Nasional dapat menyetujui penggunaan bola yang akan digunakan untuk kompetisinya sendiri atau pada seluruh kompetisi yang digelar, bola yang digunakan harus memenuhi salah satu dari tiga persyaratan yang telah ditetapkan dari Peraturan No.2
Apabila asosiasi nasional memperbolehkan penggunaan bola berlogo “FIFA APPROVED” atau “FIFA INSPECTED” untuk kompetisinya sendiri, maka asosiasi nasional juga harus memperkenankan penggunaan bola yang memegang rancangan bebas royalti “Internasional Matchball Standard”.
Didalam kompetisi FIFA dan kompetisi lainnya dibawah pengawasan konfederasi serta asosiasi nasional, tidak diperbolehkan bentuk iklan komersial apapun tertera pada bola tersebut, kecuali untuk plakat kompetisi, penyelenggara kompetisi serta merek dagang pabrik pembuatnya dengan membatasi ukuran dan jumlah tanda-tanda tersebut.
PERATURAN 3
________________________________________
JUMLAH PEMAIN

• PEMAIN
Dalam setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, masing-masing tim terdiri dari lima pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawang.
• PROSEDUR PERGANTIAN PEMAIN
Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, konfedarasi atau asosiasi.
Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maximum tujuh orang pemain.
Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya.
Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:
- Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannya didaerah pergantiannya sendiri.
- Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya sendiri, tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.
- Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit, apakah dipanggil untuk bermain atau tidak.
- Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya.
• PELANGGARAN DAN SANGSI
Ketika pergantian pemain sedang dilakukan, seorang pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna maka:
- Permainan dihentikan.
- Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan.
- Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
- Permainan dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
- Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan.
Jika pada saat pergantian pemain dilakukan, pemain pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau daerah pergantian pemain yang telah ditetapkan, maka:
- Permainan dihentikan.
- Pemain yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.
Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
Jika bola didalam daerah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti, dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan.
• KEPUTUSAN 1
Pada permulaan permainan, setiap tim harus bermain dengan lima orang pemain.
• KEPUTUSAN 2
Jika dalam suatu pertandingan yang sedang berjalan pemain dikeluarkan, maka pemain yang tersisa kurang tiga pemain (termasuk penjaga gawang), pertandingan harus dihentikan untuk seterusnya.
• KEPUTUSAN 3
Ofisial tim boleh berikan instruksi taktik kepada para pemainnya selama pertandingan berlangsung. Tetapi ofisial tim tidak dapat/tidak boleh mencampuri gerakan para pemain dan para wasit, dan harus selalu berlaku dengan yang wajar.
PERATURAN 4
________________________________________
PERLENGKAPAN PEMAIN

• KESELAMATAN
Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya, termasuk bentuk perhiasan apapun.
• DASAR PERLENGKAPAN
Dasar perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah:
- Seragam atau kostum.
- Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants, warnanya harus sama dengan celana pendek utama.
- Kaos kaki.
- Pengaman kaki (shinguards).
- Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. Penggunaan sepatu adalah wajib.
• SERAGAM ATAU KOSTUM
- Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum.
- Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya.
Untuk pertandingan Internasional, nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil.
• PENGAMAN KAKI (Shinguards).
- Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.
- Terbuat dari bahan yang cocok (karet, plastik atau bahan sejenis).
- Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup.
• PENJAGA GAWANG
- Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang, di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki.
- Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit.
- Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang, baju yang dipakai penjaga gawang pengganti, oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri.
• PELANGGARAN DAN SANGSI
Untuk setiap pelanggaran dari Peraturan ini :
- Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan, membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit, yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. Pemain diperkenankan masuk kembali, ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play)
• MEMULAI KEMBALI PERTANDINGAN
Jika Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan pelanggaran.
- Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan
KEPUTUSAN
1. Para pemain tidak boleh memperlihatkan kaos dalam yang memuat slogan atau iklan.
Pemain yang melepaskan baju kaos memperlihatkan slogan atau iklan harus diberikan sangsi oleh pengurus bidang kompetisi.
2. Baju kaos harus pakai lengan.

PERATURAN 5
________________________________________
WASIT
• WEWENANG WASIT
Setiap pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpinnya, terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.
• KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB WASIT
- Memegang teguh Peraturan Permainan.
- Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim, namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Tetapi, jika kesempatan tersebut tidak dapat diraihnya, wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya.
- Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan, termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum, selama dan seusai pertandingan.
- Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan, tidak hadir.
- Menghentikan, menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar.
- Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut.
- Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan.
- Menghentikan pertandingan jika, menurut pendapatnya, seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan.
- Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan jika seorang pemain, menurut pendapatnya, hanya cidera ringan.
- Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.2
• KEPUTUSAN WASIT
Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat dirubah.
Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya, jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan, asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri.
• KEPUTUSAN 1
Jika wasit dan wasit kedua, secara bersamaan mengeluarkan sinyal pelanggaran secara bersamaan dan terdapat perbedaan keputusan, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.
• KEPUTUSAN 2
Wasit dan wasit kedua, memiliki hak memperingatkan atau mengeluarkan pemain, tetapi jika terjadi perbedaan diantara mereka, maka tetap keputusan wasitlah yang dibenarkan.
PERATURAN 6
________________________________________
WASIT KEDUA

TUGAS:
Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan.- Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan.
- Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik.Dalam hal ini sering terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, maka wasit dapat membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya dan mengatur pergantian wasit kedua. Seusai pertandingan melaporkannya kepada pejabat yang berwenang.KEPUTUSAN
Penggunaan wasit kedua diwajibkan pada pertandingan Internasional.
PERATURAN 7
________________________________________
PENCATAT WAKTU DAN WASIT KETIGA
• TUGAS DAN KEWAJIBAN
Seorang pencatat waktu (Timekeeper) dan adanya wasit ketiga adalah penunjukan. Mereka duduk disisi luar pada pertengahan lapangan, disisi yang sama dengan daerah pergantian pemain. Seorang pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan jam/pencatat waktu yang sesuai (chronometer) serta peralatan yang diperlukan lainnya untuk mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan, yang disediakan oleh asosiasi atau klub pemilik lapangan.
• PENCATAT WAKTU (The Time Keeper)
Memastikan bahwa lama waktu disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No.8 dengan:
- Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan permulaan (kick-off).
- Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan.
- Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam, gol (bola masuk gawang), tendangan sudut, tendangan bebas, tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua, waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola.
- Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit.
- Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off).
- Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan, akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit.
- Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim, memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk time-out ketika diminta oleh pelatih kedua tim (Peraturan No.8)
- Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim, yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
• WASIT KETIGA
Wasit ketiga membantu mencatat waktu:
- Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.
- Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya.
- Mencatat nomor pemain yang mencetak gol.
- Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan.
- Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan.
Dalam kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga, maka wasit akan membebas tugaskan mereka, mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang, seusai pertandingan.
Dalam hal cidera, wasit ketiga dapat mengganti wasit atau wasit kedua.
• KEPUTUSAN 1
Untuk pertandingan Internasional, diwajibkan untuk menggunakan pencatat waktu dan wasit ketiga.
• KEPUTUSAN 2
Untuk pertandingan Internasional, jam pencatat waktu (chronometer) yang digunakan harus disesuaikan dengan seluruh fungsi-fungsi yang diperlukan (pencatatan waktu yang tepat, alat untuk mencatat sewaktu menghukum dua menit bagi empat pemain secara serentak/simultaneous), serta memantau pengumpulan kesalahan oleh masing-masing tim selama setiap babak permainan.
PERATURAN 8
________________________________________
LAMANYA PERTANDINGAN
PERIODE PERMAINAN
• WAKTU UNTUK TIME-OUT (waktu sela)
Setiap Tim berhak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak, kondisi berikut dapat diberlakukan untuk [/li][/list]mendapatkan Time-out:
- Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
- Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
- Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
- Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) - yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
- Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.
• JARAK WAKTU ISTIRAHAT
Waktu istirahat antar babak tidak boleh lebih dari 15 menit.
KEPUTUSAN DAN PENUGASAN
• KEPUTUSAN 1
Jika Pencatat waktu tidak ada, pelatih minta time-out kepada wasit.
• KEPUTUSAN 2
Jika peraturan kompetisi menetapkan bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada akhir dari waktu normal, maka tidak ada time-out selama perpanjangan waktu (extra time) tersebut.
PERATURAN 9
________________________________________
MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN
• PENDAHULUAN
Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua.
Pada babak kedua dari pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
• TENDANGAN Permulaan (Kick-off)
Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:
- Pada permulaan babak pertama pertandingan.
- Setelah gol tercetak/tercipta.
- Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
- Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
- Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.
PROSEDUR
- Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
- Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
- Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
- Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
- Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya)
• PELANGGARAN DAN SANGSI
- Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan, dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
- Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
- Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off
• MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT
Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara, menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan.
• PROSEDUR
Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan, kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan.
• PELANGGARAN DAN SANGSI
Bola dijatuhkan lagi/kembali..
- Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
- Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
• KETENTUAN KHUSUS
- Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.
- Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
- Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
PERATURAN 10
________________________________________
BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN
• BOLA DILUAR PERMAINAN
Bola diluar permainan, jika :
- Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
- Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
- Bola menyentuh langit-langit.
• BOLA DIDALAM PERMAINAN
Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :
- Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
- Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.
• KEPUTUSAN
Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola. Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya.
PERATURAN 11
________________________________________
CARA MENCETAK GOL
• GOL MASUK GAWANG
Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang, asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.
• TIM PEMENANG
Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri.
• PERATURAN DAN PERTANDINGAN
Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan pemenangnya.
PERATURAN 12
________________________________________

KESALAHAN-KESALAHAN dan KELAKUKAN JAHAT
• TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :
- Menendang atau mencoba menendang lawan.
- Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
- Menerjang lawan.
- Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
- Memukul atau mencoba memukul lawan.
- Mendorong lawan.
Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :
- Memegang lawan.
- Meludah pada lawan.
- Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
- Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
- Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
• TENDANGAN PINALTI
Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.
• TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :
- Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain:
- Bermain dengan cara yang membahayakan.
- Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
- Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
- Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.
• SANGSI DISIPLIN
Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan.
Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.
• PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN
Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
- Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
- Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
- Tetap melanggar Peraturan Permainan.
- Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
- Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
- Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
- Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.
Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.
• PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN
Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :
- Pemain bermain sangat kasar.
- Pemain melakukan tindakan kasar.
- Meludah pada lawan atau orang lain.
- Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
- Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
- Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
- Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
• KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
Jika permainan dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7, tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir terjadi.
• KEPUTUSAN - KEPUTUSAN
1. Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
- Jika dalam permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan pemain kelimanya.
- Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
- Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
- Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
- Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
2. Tergantung pada peraturan 12.
Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.
3. Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
4. Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
5. Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).
———————————————————————-
http://www.interclub.or.id/smf/index.php?topic=2269.new;boardseen#new

Jumat, Maret 20, 2009

Cristiano Ronaldo


C. Ronaldo 2008 - Click here for the most popular videos
Berita Bola: London - Keberadaan Cristiano Ronaldo yang acap jadi sasaran pemain lawan ternyata mengundang simpati dari Arsene Wenger, biarpun keduanya ada di klub yang berseberangan.

Wenger adalah manajer Arsenal, sedangkan Ronaldo merupakan andalan Manchester United. Tapi itu tak mencegah 'Si Profesor' menyuarakan perhatian buat sang pemain klub rival.

"Terkadang saya pikir Manchester United terlalu banyak dapat perlindungan. Tapi kadang-kadang mereka justru kurang banyak mendapatkannya (perlindungan) dan Ronaldo adalah contoh spesifik dari hal itu," kata Wenger di Goal.

Wenger menilai bahwa gaya Ronaldo yang cenderung arogan, ditambah dengan skill-nya yang memang apik, menjadikan dia sebagai sasaran dari tekel-tekel kasar lawan. Alhasil, dia butuh perlindungan lebih dari para ofisial pertandingan.

"Terkadang arogansinya, serta kemampuannya, memprovokasi," kata Wenger.

Di atas lapangan, Ronaldo seringkali dijatuhkan dengan keras oleh lawan-lawannya. Tekel kasar itu kadang mendapat ganjaran pantas, meski seringkali juga tidak.

"Saat ada tekel buruk, Anda harus dihukum dan dikartu merah. Mereka bisa membuat komisi khusus untuk menganalisa apakah larangan bermain tiga laga cukup atau tidak. Saya merasa untuk beberapa tekel (hukuman) 10 partai pun tak cukup," demikian Wenger. (dtc/krs/din)
http://www.beritabola.com/liga-inggris/

Street Skills (futsal) - For more of the funniest videos, click here
kita bakal ngeliat banyak banget trick-trick dari super stars football tapi jujur aku lebih kagum ama banyak freestyler amatir mereka punya skill oke, cuman sayang nggak ke ekspos

video unik


Funny Freestyle! - Click here for more amazing videos

Selasa, Maret 10, 2009

Motif Pencurian yang Aktual?

Hari itu, ane seperti biasa mengunjungi perputakaan. Ya, tentunya perputakaan unik di kampus ane. Awal ane masuk, ane langsung menyerahkan tas ane kepada petugas. Ane tak mau menyimpan tas di tempat yang disediakan perpustakaan tapi tak berpenjaga. Mengapa? Ini trauma yang akan berkepanjangan. Saat itu usia ane masih sama seperti sekarang, hanya beda tiga bulanan lah. Saat itu, ane hendak ke perpus dan menyimpan tas di loker. Namun dengan gagah, sang penjaga melarang. Katanya loker khusus untuk wanita. Laki-laki silakan simpan tas di tempat yang tak berpenjaga. jadi hanya dijajarkan dengan tas lain. Oleh karena tak mau berbirokrasi terlalu lama, ane putuskan untuk manut saja. padahal entah apa maksudnya, ada bias gender disini!

Hal yang super mengagetkan, ketika ane hendak keluar dari perpus, tas ane raib! Entah oleh siapa dan apa motifnya. Namun, setelah diselidiki motifnya adalah perampokan. Terbukti dengan adanya SMS dari si pencuri. Ia mengetahui nomor ane dari sim-card yang ada di tas ane. Awalnya, dengan maih agak shock ane meminta kejelaan dari pihak perpus. Mengenai kehilangan ini, ya karena itu ane nilai adalah kelalaian perpus itu sendiri. Apalagi tiba-tiba ane dilarang untuk menyimpan tas di loker. Ketika ane salah alamat. Bertanya pada petugas loker, alamak, meuni judes. Konfirmasi ane ditanggapi dingin dan seenak lidahnya aja. Kesimpulannya, kalau hilang ya sudah saja hilang.

Lalu ane masih meminta keadilan. Ane hubungi staf lainnya, jawabannya lumayan menyejukkan hati. Kemudian, karena masih penaaran ane langsung hubungi kepala biro perpusnya. Akhirnya, mereka tau dan mendengar aspirasi anggota Perpus yang baik seperti ane. Yang jadi kenangan, salah satu pegawai memberi ane ung Rp 50.000 untuk membiayai administrasi krtu-kartu identitas yang hilang. Tak mungkin ane tolak, itu kan rezeki!

Sebetulnya rasa haneueul masih ada. Karena isi tas itu tak berharga. Tas itu tak menyimpan laptop [tak seperti bentuk tasnya], tk menyimpan uang, hand phone. Itu semua tak ada. Yang ada adlh barang-barang pribadi yang berharga bagi ane sendiri. Lucuya, si pencuri sempat minta tebusan hingga angka Rp 2 juta. Gila! Makan aja itu tas. Orang kerugian ane diperkirakan hanya sampai Rp 350 ribu kok.

Saat itu, ada SMS dri nomor 081220121602. Katanya ane mendapatkan Motor Mio secara gratis. Syaratnya, serahkan nomor Pin ATM. Waduh, yang ada ne gak bisa nahan ketawa. Macam mana pula, apakah gak ada motif lain untuk bisa nguras ATM ane yang kosong itu? Cape deh… Akhirnya ane tau, bahwa orang itu yang mengambil secara sepihk tas ane. Tak apalah.

Suatu saat, ia merasa jera melakukan tindakannya itu. Konon, ia memberitahu ane kalau tanya dipaketkan ke kampus ane. Tapi ternyata seorang teman dari salah satu UKM di kampus, memberitahu bahwa tas ane terdampar di kantor UKM tersebut. Kejadian itu dua bulan setelah peristiwa hilangnya tas ane. Nah, demikianlah cucu-cucuku. Pelajaran yang dapat dimabli dari kisah tersebut.

1. Jangan bawa tas laptop tapi isinya bukan laptop. 2. Simpan tas di loker kalau ke Perpustakaan di kampus ane, kalau dilarang caci aja pegawainya, hak apa dia melarang. Kalau ada kehilangan, dia mau ganti? 3. Bersabarlah kalau kita mengalami kehilangan, toh lama-lama pencurinya juga bosan sendiri. Entar dibuang deh di lokasi terdekat…

[gambar dari rotihidup.blogspot.com/2008/02/pencuri.html]
http://elfarizi.wordpress.com/2008/12/04/96/#more-96

Al-Quran Diduduki, Boleh?


Al-Quran Diduduki, Boleh?

September 9, 2008 in religius | Tags: Al-Quran, Halal, haram

Alhamdulillah, sudah sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan sudah terlalui. Semoga saja barakahnya dapat dirasakan oleh semua umat manusia di jagad ini. Barakah bulan yang jelas-jelas di dalamnya terdapat lailatu al-qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan lainnya. Di bulan ini juga terdapat momen mengingat turunnya pedoman hidup manusia, yakni Al-Quran Al-Karim. Siapa yang masih akan menyanggah keagungan bulan Ramadhan ini? Mangga we, asal argumennya kuat dan jelas. Toh, ane hanya meniru perkataan guru-guru ane kok.

Bicara Al-Quran, ane teringat suatu masalah yang diungkapkan oleh salah seorang dosen sastra di kelas ane. Beliau mengungkapkan, bagi anak sastra tak ada salahnya Al-Quran diduduki. Menurutnya, halal dan haram itu bukanlah kajian kita sebagai anak sastra, namun halal dan haram itu merupakan tataran syariat yang lebih cocok dingkap mahasiswa (fakultas) syariah atau hukum Islam. Ane cukup kaget, tercengang juga. Kalau begitu beliau tidak mempermasalahkan Al-Quran itu mau diinjak, dilempar, dan perlakuan kasar lainnya. Masya Allah!

Apa ane termasuk orang awam, sehingga ane harus kaget dengan pernyataan tersebut? Biasanya kan orang awam yang mudah kaget dengan pernyataan-pernyataan filosofis tersebut. Siapapun dapat menyanggah ungkapan tersebut. Toh, itu hanya kalam dosen, bukan kalam Ilahi. Ane pun coba berfikir lebih keras, sebenarnya apa batasan sastra dan agama itu?

Al-Quran itu adalah kitab yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Rasulullah Saw. Ditulis dalam Bahasa Arab yang memuat jawaban dan pemecahan beragam masalah dari fenomena yang terjadi di dunia ini. Walau diturunkan jauh sebelum Indonesia merdeka, Al-Quran akan selalu relevan dengan kondisi zaman manapun, termasuk zaman modern saat ini.

Al-Quran itu memuat dua dimensi. Pertama, fisik. Kedua, isi. Secara fisik, Al-Quran hanyalah sekumpulan teks berbahasa Arab yang disebut mushaf. Ditulis oleh tangan-tangan manusia, tak ubahnya karya-karya sastra lain, seperti cerpen, novel, dan antologi puisi Arab. Kedua, secara isi, Al-Quran memuat wahyu yang diturunkan Allah swt. kepada Rasulullah Saw. Wahyu tersebut bersifat transendental dan suci. Karena memuat petunjuk atau pedoman hidup umat manusia di dunia ini. Oleh karena itu Al-Quran seolah memiliki ruh yang menjadikannya hidup. Penuh keagungan dan perlu adab tertentu untuk memperlakukannya.

Bagaimana apabila Al-Quran diduduki?

Oke, ane cukup analogikan hal ini dengan orangtua kita (apa bener, ya?).

Orangtua setidaknya menurut ane juga memiliki dua dimensi. Pertama dimensi fisik, kedua dimensi batin (isi). Orangtua kita adalah makhluk ciptaan Allah Swt. Sama seperti kita, hanya manusia. Manusia biasa. Layaknya makhluk lain yang bernama ayam. Jantan dan betina bisa menyatu kapan pun. Setelah telur menetas dan memiliki anak, sang ayah dengan seenaknya boleh mengawini anaknya. Tak masalah. Manusia bernama “orangtua” juga boleh kita perlakukan seperti manusia lain. Kalau kita mengejek teman, apa salahnya mengejek orangtua. Walau kita lahir dari perbuatan manusia yang disebut “orangtua”, tapi tetap orangtua adalah manusia. Boleh menikahi manusia lain bernama “orangtua”.

Dimensi kedua, yaitu batin (isi). Orangtua punya ruh, hidup. Betapa contoh-contoh diatas tidak dapat kita terapkan dalam kehidupan kita. Mengapa? Karena makhluk bernama “orangtua” itu memiliki nilai tambah dari manusia lainnya. Entah dari mana, kita serasa memiliki ilham untuk lebih beradab memperlakukan orangtua. Ada nilai-nilai batin, seperti menghormati, menyegani, dan kasih sayang, yang kita miliki saat menghadapi orangtua. Terlebih ajaran yang menyebutkan orangtua telah berjuang melahirkan dan mendidik kita. Ya, kita patut untuk berterimakasih atas semua. Secara turun temurun, orangtua begitu memiliki nilai-nilai keagungan tersendiri. Sehingga kita mampu lebih beradab di depannya. Nilai-nilai tersebut lahir dari diri manusia, sangat natural dan naluriah.

Begitu pula dengan Al-Quran. Apalah arti dimensi fisik yang terkadung dalam Al-Quran. Tulisan-tulisan itu hanyalah budaya, hasil cipta karya manusia. Namun kita ingat dimensi batin dari Al-Quran itu. Nilai-nilai wahyu yang sangat kudus semestinya membuat manusia memandangnya sebagai sesuatu yang hidup. Kemahaagungan ruh yang terkandung di dalamnya mampu membuat kita menerapkan sendiri norma-norma pada Al-Quran. Sehingga melahirkan adab memperlakukan Al-Quran. Nilai-nilai manusiawi tersebut tentu dapat lahir tergantung kadar keyakinan seseorang. Bukankah salah satu unsur iman itu, percaya pada kitab-kitab-Nya? Kalau percaya, maka tak terlepas dari adab atau sopan santun yang kita terapkan dalam memperlakukannya sebagai representasi firman Allah Swt.

Bagaimana, apa mahasiswa sastra –yang juga termasuk manusia– boleh menduduki Al-Quran?

http://elfarizi.wordpress.com/2008/09/09/al-quran-diduduki-boleh/

Persepsi Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab se-Jawa Timur

Persepsi Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab se-Jawa Timur terhadap Keterpahaman Bahan Ajar Bahasa Arab di TVRI sebagai Input
Moh. Ainin

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab (MPPBA) se Jawa Timur dan perbedaannya antarangkatan terhadap keterpahaman bahan ajar bahasa Arab di TVRI sebagai input. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif komparatif. Populasinya adalah MPPBA se Jawa Timur. Teknik Pengambilan sampelnya adalah purposive sampling, stratified sampling, dan random sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa sebagian besar bahan ajar bahasa Arab di TVRI sudah pernah dipahami sebelumnya, dan bahan ajar yang disajikan cukup mudah dimengerti. Selain itu ada perbedaan yang signifikan persepsi MPPBA antarangkatan se Jawa Timur terhadap keterpahaman bahan ajar bahasa Arab di TVRI sebagai input.
http://journal.um.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-kependidikan/article/view/1304

smoking and the arabic community

The following information about the Arabic community is provided on the basis of anecdotal feedback from the community and/or community surveys and questionnaires.

Both Arabic men and women smoke heavily although smoking is more prevalent among men. A recent survey of the Arabic community in Sydney (Australia) found that 55% of Arabic men and women smoke.

Many Arabic men cite the hardships brought about war, the stress of migration, the difficulty of finding a job and concern for their families overseas as reasons for becoming a heavy smoker. Smoking is also a seen as a sign of maturity for Arabic men, it's part of the male macho image, a symbol of independence and manhood, 'You are a man if you smoke and drink'.

Smoking among older Arabic women is not common and older people frown upon women who smoke - it's a shameful act. It is still considered inappropriate for young Arabic people to smoke openly in front of their parents or elderly people, but there is a growing tendency for young people, including women to ignore 'proper' behaviour.

Women who have migrated to Australia and are feeling isolated tend to smoke more heavily. Young women also believe that smoking will help keep their weight down.

In the Arabic community, cigarettes are offered as gifts to guests. Tobacco smoking is socially acceptable and a central component of Arabic culture. The health risks of smoking are often not acknowledged as the tradition of tobacco smoking has been passed on from generation to generation and many cite elders who lived to 80 and smoked.

The Arabic community is also part of the Islamic community. The religion of Islam forbids anything, which is harmful to the body, including smoking, which is 'haram'. However, in practice, smoking seems to be excepted. In June 1999, Muslim religious leaders in Dubai urged smokers to quit as smoking is a violation of Islamic law. The leaders used Islam's holy book, the Koran, citing texts that if smokers did not stop smoking, they risked 'leaving Islam'.

During the holy time of Ramadan, Muslims are expected to fast during daylight including abstaining from smoking. Ramadan lasts for one month and is a good time to promote quitting among Arabic communities using the resolution 'If you can quit for Ramadan, you can quit for good'.
References

1. Jukic, A., Pino, N. & Flaherty, B., 1996, Alcohol and other drug use, attitudes and knowledge amongst Arabic-speakers in Sydney, Drug and Alcohol Multicultural Education Centre (DAMEC), Drug and Alcohol Directorate, NSW
2. Community feedback
3. Cultural Perspectives Pty Ltd., 1998, Non-English communication strategy: research report
4. International Agency on Tobacco and Health (IATH) Bulletin, No. 92, July 1999

tidak ada judul

Persepsi Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab se-Jawa Timur terhadap Keterpahaman Bahan Ajar Bahasa Arab di TVRI sebagai Input
Moh. Ainin

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab (MPPBA) se Jawa Timur dan perbedaannya antarangkatan terhadap keterpahaman bahan ajar bahasa Arab di TVRI sebagai input. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif komparatif. Populasinya adalah MPPBA se Jawa Timur. Teknik Pengambilan sampelnya adalah purposive sampling, stratified sampling, dan random sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa sebagian besar bahan ajar bahasa Arab di TVRI sudah pernah dipahami sebelumnya, dan bahan ajar yang disajikan cukup mudah dimengerti. Selain itu ada perbedaan yang signifikan persepsi MPPBA antarangkatan se Jawa Timur terhadap keterpahaman bahan ajar bahasa Arab di TVRI sebagai input.
http://www.quit.org.au/article.asp?ContentID=Smoking_Arabic_community

kenalan atawa ta'aruf

assalamu'alaikum WR teruse terusno dw
salam kenal buat temen-temen yang baru saja berkunjung ke blog PBA kita kali ini, kami dari mahasiswa PBA mencoba untuk memfasilitasi kemajuan pbA dengan media yang lagi ngetren saat ini, yaitu media blogging, untuk kedepannya kami mohon masukannya agar blog ini dapat mendatangkan manfaat yang nyata untuk program-program perkuliahan kita, amii.n